Minggu, 11 Oktober 2015

JANGAN GAMPANG MEREMEHKAN ORANG LAIN !!!



Kisah ini sangat terkenal dan saya senang untuk membuatnya semakin terkenal dengan menceritakan kembali lengkap dengan rasa kagum dan haru saya. Dulu, ada seorang mahasiswa Universitas Harvard yang terkenal itu meninggal dunia. Bapak Ibunya datang ke gedung Rektorat untuk bertemu dengan pimpinan tertinggi Universitas ini. Potongan badannya yang biasa saja dan pakaian yang dikenakannya yang juga biasa saja rupanya menjadi penghalang terwujudnya pertemuan itu, dengan berbagai alasan, walau alasan-pastinya adalah: “orang biasa tak layak bertemu orang luar biasa.”
Kuat sekali keinginan kedua orang tua ini, menunggu sampai 4 jam untuk akhirnya bisa ditemui. Beliau berdua menyatakan ingin membangun sesuatu di Harvard ini sebagai kenangan atas nama anaknya yang meninggal. Bapak pimpinan marah dan berkata tidak mungkin karena nanti akan banyak tugu di kampus ini. Beliau berdua berkata bahwa yang akan dibangunnya adalah bangunan kampus. Sang pimpinan sinis berkata bahwa bagaimana mungkin mereka yang miskin ini mampu membangun gedung sementara satu gedungnya seharga 7,5 juta USD.
Si istri melirik sang suami sambil berbisik: "Cuma segitu ya mas, ya sudah kalau tidak boleh, kita bangun sendiri di tempat lain." Pergilah mereka berdua ke Palo Alto California membangun universitas yang saat ini menjadi salah satu universitas favorit di Amerika. Universitas itu bernama Stanford University, dari nama beliau berdua Mr and Mrs. Leland Standford.
Jangan biasakan menilai orang dari pakaiannya, dari mobilnya dan dari rumahnya. "Tidak semua yang putih itu lemak, tidak semua yang hitam itu kurma." Biasakan kita menghormati semua orang karena mereka telah ditakdirkan bertemu kita atas idzin Allah. Kalau genteng kita bocor, pompa air kita rusak, mobil kita mogok, siapakah yang membantu kita? Orang kaya dan berpangkatkah? Ah tidak, ternyata orang yang biasa-biasa saja yang kadang sering kita remehkan. Selamat merenungkan.
Salam, AIM (Ahmad Imam Mawardi), Dosen Pascasarjana UINSA Surabaya (Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya)

ILMU DAN AKHLAK

Fakir harta itu bukan aib, yang aib itu adalah fakir akhlak. Miskin harta itu bukan cela, cela itu adalah miskin Iman. Tak berkedudukan itu bukan cacat, cacat itu adalah sombong di hadapan orang tak berkedudukan. Selamat pagi, buanglah aib dari diri kita.
Tak salah jika kita bercita-cita. Yang salah adalah ketika kita diam saja sambil berharap cita-cita datang sendiri. Tak keliru jika kita punya impian. Yang keliru adalah ketika kita terus bermimpi dan tak bangun-bangun untuk mewujudkannya. Tak mengapa jika kita terus merancang masa depan, yang mengapa adalah jika kita merancang terus tanpa mewujudkan.
Hidup itu cuma sebentar. Persembahkanlah yang terbaik. Namun sesebentarnya hidup, masih ada sesuatu yang akan tetap hidup walau jasad kita telah mati, yaitu: Akhlak dan Pemikiran. Berbahagialah mereka yang akhlaknya menjadi iklan dirinya, damailah mereka yang pemikirannya terus hidup menyinari dunia pasca kematian mereka.
Sekarang waktunya kita bertanya pada diri kita sendiri: “Apa yang telah kita perbuat dalam kehidupan kita selama ini? Adakah yang layak dikenang? Adakah yang pasti diingat? Adakah yang akan tetap menjadi penyambung umur kebaikan kita? ”. Tak perlu hal besar dan hebat, untuk kita lakukan, cukup lakukan yang terbaik pada apa yang diamanahkan Allah kepada kita. Semoga senantiasa dalam bimbingan Allah. Aamiinn...
Salam, AIM (Ahmad Imam Mawardi) Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya