Selasa, 28 Oktober 2014

Indonesia Mercusuar Dunia


Kami Menunggumu…!!!

Kami Menunggumu…
Kinerjamu kami tunggu…
Janji manismu selalu kami tunggu…
Ku tunggu, kami tunggu, bangsa Indonesia menunggumu…
Wahai para kabinet Jokowi-JK:
1. Menteri Sekretaris Negara: Prof. Dr. Pratikno (Rektor UGM)
2. Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago (Ahli kebijakan publik dan anggaran)
3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo (Praktisi)
4. Menko Politik Hukum dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto (Mantan KSAL)
5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil (ahli ekonomi)
6. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani (PDIP)
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan (Dirut PT KAI)
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti (Wirausahawati)
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya (Profesional)
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo (PDI Perjuangan)
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi (Dubes RI di Belanda)
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu (mantan KSAD)
14. Menteri Hukum dan Ham: Yasonna H.Laoly (PDI Perjuangan)
15. Menkominfo: Rudi Antara (profesional)
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi (Nasdem)
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro (ekonom)
18. Menteri BUMN Rini M.Soemarno (mantan Ketua Tim Transisi/mantan menteri perindustrian)
19. Menteri Koperasi dan UMKM: Puspayoga
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin (Hanura)
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel (profesional)
22. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman (praktisi)
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri (politisi)
24. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono (birokrat)
25. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya (Nasdem)
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan (Nasdem)
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin (PPP)
28. Menterni Kesehatan: Nila F Moeloek (profesional)
29. Menteri Sosial: Khofifah Indra Parawansa (tokoh Muslimah NU)
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan anak: Yohanan Yambise
31. Menteri Budaya Dikdasmen: Anies Baswedan (mantan Tim Transisi)
32. Menristek dan Dikti: M.Nasir (Rektor Undip)
33. Menpora: Imam Nahrawi (politisi)
34. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar (PKB)
Post by : Cyber Dakwah.

Jumat, 24 Oktober 2014

Amalan (Bacaan) Pada Tanggal 1-10 Muharram

Ijazah dari KH. Muafa Abdul Aziz (Bangkalan)


Do’a di Baca tanggal 1 Muharrom;
Membaca Ayat kursi 360X dengan basmalah fa’idah nya Insya’Alloh sesiapa yang membacanya akan di jauhkan dari segala bencana , marabahaya, dan dilancarkan urusannya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dibutuhkannya...
Aamiiin...

Doa di Baca mulai tanggal 1 Muharrom sampai tanggal 10 Muharrom;

فنكا دعاء عي باجا مولاهي تغكال ستوغ محرم سمفئ تغكال سفولو محرم

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اَللّهُمَّ اِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ اَقْبَلَتْ نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا فَارْزُقْنَا اْلعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
اَللّهُمَّ اِنَّكَ سَلَّطْتَ عَلَيْنَا عَدُوًّا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا وَمُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِنَا وَمِنْ خَلْفِنَا وَعَنْ اَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَنَرَاهُمْ. اَللّهُمَّ اٰيِسْهُ مِنَّا كَمَا اٰيَسْتَهُ مِنْ رَحْمَتِكَ. وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا حُلْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ اِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذٰلِكَ وَاَنْتَ الفَعَّالُ لِمَا تُرِيْدُ وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. ×٣

دُعَاءْ بُوْلَنْ مُحَرَّمْ
عِيْ بَاجَا تَغْكَالْ سِتُّوغْ بُوْلَنْ مُحَرَّمْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ بَنْ اَيَةْ كُرْسِي ×۳٦٠
فَسْ مَاجَا دُعَاءْ فَنِكَا
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ يَامُحَوِّلَ اْلاَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِي اِلَى اَحْسَنِ اْلاَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَاكَبِيْرُ يَامُتَعَالِ يَاعَزِيْزُ يَامِفْضَالُ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ×٧

Sholat sunnah 2 Roka’at Setelah salam membaca;

فنكا كيفيته صلاة تغكال ستوغ بولن محرم، حاصل فرتموان ايفون الايمام غزالي سارغ نبي الله خضر عليه السلام عي فاطوافان
فنجنغان عي فاكون اصلاة دوا ركعة سمارينه اصلاة فس ماجا دعاء فنكا

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ بِكَ اَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اٰلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ اَجْمَعِيْنَ. وَاَنْ تَغْفِرَلِي مَا مَضٰى. وَتَحْفَظَنِي فِيْمَا بَقِيَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اَللّهُمَّ هٰذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ مُقْبِلَةٌ لَمْ اَعْمَلْ فِي ابْتِدَائِهَا عَمَلاً يُقَرِّبُنِي اِلَيْكَ زُلْفٰى غَيْرَ تَضَرُّعِي اِلَيْكَ. فَاسْاَلُكَ اَنْ تُوَافِّقَنِي لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي مِنَ اْلقِيَامِ بِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ وَاَلْزَمْتَنِي اْلإِخْلاَصَ فِيْهِ لِوَجْهِكَ اْلكَرِيمِْ فِي عِبَادَتِكَ وَاَسْأَلُكَ اِتْمَامَ ذٰلِكَ عَلَىَّ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ. اَللّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ يُمْنَهَا وَيُسْرَهَا وَاَمْنَهَا وَسَلاَمَتَهَا وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْدِهَا وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلَكَتِهَا وَاَرْغَبُ اِلَيْكَ اَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِيْ وَدُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَتُوَفِّقَنِي فِيْهَا اِلَى مَا يُرْضِيْكَ عَنِّي فِي مَعَادِيْ. ياَاَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ وَيَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمٌ وَاٰخِرُ دَعْوَاهُمْ اَنِ اْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.

يَافَتَّاح ٣٣٣
سُبْحَانَ اللهِ الرَّزَّاقْ ٣٠٠
لااله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين ١٠٠٠
لااله الا الله الملك الحق المبين ١٠٠
الكافي المغني الفتاح الرزاق ٥٠
ياكافي يامغني يافتح يارزاق ٢٥

Semoga bermanfa'at...

Hari Santri Nasional Bentuk Pengakuan Eksistensi Santri

Presiden Ir. Joko Widodo pada 1 Muharram ini ada rencana menjadikan hari santri nasional sesuai dengan aspirasi para santri Pondok Pesantren saat masa kampanya kemaren. Untuk itu penulis akan menuturkan dalam tulisan ini tentang santri dan kontribusinya pada Bangsa dan Negara.
Kata Santri menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti : (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh. Dalam rumusan mendiknas, Santri adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan ilmu agama islam di suatu tempat yang dinamakan pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai. Pendapat lain mengatakan Santri diambil dari bahasa “Tamil” yang berarti Guru mengaji. Dan ada yang berpendapat dari bahasa India “Shastri” yang berarti orang yang memiliki pengetahuan kitab suci.
Ada juga yang berpendapat bahwa Santri dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu SUN dan THREE yang artinya tiga matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yang mendatangkan terang dan panas pada bumi disiang hari. Seperti kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas. Matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari. Namun maksud tiga matahari dalam kata SUNTHREE adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren untuk menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam, serta berbuat ihsan kepada sesama.
Dari beberapa pendapat tentang santri diatas, yang jelas santri di Indonesia ini sudah hadir sejak sebelum kemerdekaan. Bahkan sejak kanjeng Sunan Ampel santri sudah ada karena santri tidak bisa dipisahkan dari pondok Pesantren. Kehadiran Pondok Pesantren tidak hanya mengajarkan pendidikan agama Islam, pondok pesantren juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi ummat dan mewujudkan peradaban masyarakat. Hal tersebut dapat diamati dari beberapa fungsi dan missi Pondok pesantren diantara ; 1. Tafaqquh fi al-ddin (memperdalam ilmu pengetahuan agama maupun umum), 2. Pelayan masyarakat dan 3. Pengabdian.
Tafaqquh fi al-din (memperdalam ilmu pengetahuan) tugas utama santri terutama ilmu-ilmu keislaman. Dalam perkembangannya Pondok Pesantren mengembangkan pendidikannya dengan model ada yang salaf murni, dalam arti pelajaran yang disuguhkan adalah ilmu-ilmu agama, dan ada Pondok pesantren yang memadukan antara salaf dan khalaf, dengan mamadukan pelajaran yang diberikan kepada santri sudah ada ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu modern, bahkan sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan perguruan tinggi lengkap dengan berbagai jurusan. Pondok Pesantren Salaf-khalaf ini menjawab bahwa tidak ada perbedaan antara ilmu agama dan umum, selama ilmu itu untuk kemaslahatan agama, dunia-akhirat itu adalah Ilmu Islam yang harus di pelajarinya. Sebagai pelayan masyarakat pondok pesantren melalui Kyai dan santrinya selalu berperan melayani kebetuhan masyarakat, mulai sejak manusia itu lahir, dewasa, nikah, dan saat wafa,t para kyai dan santri menjadi penuntun, pembimbing dan pelayan masyarakat.
Sedangkan fungsi pengabdian adalah santri akan selalu ingat bahwa Allah Swt menciptakan manusia dimuka bumi ini sebagai khalifatullah fil ardhi. Dengan berpegang teguh pada kata khalifah itu, santri akan terus berjuang, mengkhidmahkan diri untuk menciptakan kemaslahatan hidup manusia melalui berbagai aspek kehidupan, baik gerakan ritiual-spritual, maupun amaliah sosial. Sehingga saat santri sudah terjun ketengah-tengah masyarakat berbagai profesi yang mereka geluti dan tekuni, ada yang bergerak dalam bidang keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan.
Ada hal yang perlu diperhatikan bahwa Kyai dan santri memiliki hubungan yang sangat dekat, artinya tidak hanya dalam tataran fisik atau dhahir, tapi rabithah bathiniyah Kyai dan Santri akan terus berlangsung dunia – akhirat. Tali ikat Kyai dan Santri itu kemudian oleh Kyai dijadikan kekuatan untuk memperjuangkan missi Pondok Pesantren. Lalu Kyai menugaskan kepada santri yang telah lulus untuk menempati daerah tertentu demi perjuangan missi pondok pesantren. Dengan adanya santri yang berdomisili diberbagai daerah di Indonesia maka terjalin hubungan antar pondok pesantren bahkan kerap kali putra-putri Kyai dinikahkan dengan putra-putri kyai lainnya, juga Kyai menikahkan santrinya yang sedang mondok di pesantrennya. Jalinan pernikahan ini merupakan strategi yang sangat ampuh untuk mengembangkan eksistensi santri atau pondok pesantren. Para anak cucu kyai dan santri lalu mengembangkan pesantren ke berbagai daerah di nusantara. Islam di Indonesia berkembang pesat dengan membentuk sebuah peradaban atau tradisi sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya.
Oleh karena itu, Pondok Pesantren sudah ada hampir di seluruh wilayah nusantara Indonesia jauh sebelum kemerdekaan. Dan pada tahun 1926 M. para pengasuh Pondok Pesantren dengan dikomonda oleh KH. Hasyim Asy’ari melalui insyarah tasbih dan tongkat dari KH. Muhammad Khalil yang dibawa oleh KHR. As’ad Syamsul Arifin organisasi santri yang bernama Nahdlatul Ulama berdiri.
Dengan berdirinya Nahdlatul Ulama ini maka para Kyai semakin mudah berkoordinasi untuk memperjuangkan aspirasi Pondok pesantren. Sehingga tercatat dalam sejarah tentang peran NU dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pondok Pesantren sangat besar jasanya dalam memerdekakan Negara republik Indonesia, berperang dengan para penjajah, dan juga dalam mengisi kemerdekaan terutama dalam mendidik anak bangsa dengan karakter Islami.
Pondok pesantren terus berkembang bukan hanya ada didaerah pelosok desa, tapi didaerah perkotaan sekarang berdiri pendidikan yang ada dibawah naungan pondok pesantren. Dari alumni pondok pesantren inilah kemudian lahir santri yang tidak hanya berprofesi sebagai, ustadz, kyai, tapi sudah banyak santri yang menjadi pejabat Negara, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Mereka telah melakukan pengabdian pada masyarakat dan pemerintah Indonesia.
Bila ada gagasan presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo pada 1 Muharram ini akan dijadikan sebagai hari santri nasional sungguh hal itu tidak menyalahi terhadap norma bahkan inisiatif itu merupakan sebuah penghargaan kepada santri yang telah jelas-jelas memberikan kontribusi pada agama, bangsa dan Negara. 
Sumber : Cyber Dakwah.

Kamis, 23 Oktober 2014

Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriah

(Amalan dari KH. Muafa Abdul Aziz Bangkalan-Madura)

Pada tahun ini, akhir tahun Hijriyyah 1435H jatuh pada 24 Oktober 2013 (Jum'at)
Dan 1 Muharrom 1436H jatuh pada 25 Oktober 2013 (Sabtu).

#Jangan lupa membaca kedua-dua do’a akhir tahun (1435H)

dan doa awal tahun (1436H) ini dengan harapan (supaya) kita dilindungi
dari tipu daya syaithon dan dari segala marabahaya serta mendapat ampunan
Alloh Subhaanahu wa ta’ala, insya Alloh.

#Doa Akhir Tahun;

dibaca 3 kali pada akhir waktu Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Dzulhijjah (ashar) :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللّهُمَّ مَاعَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ ، وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي اِلى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَآءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ ، فَإِنِّي اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِي بِفَضْلِكَ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَاَسْأَلُكَ اللّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِيْ مِنْكَ ياَكَرِيْمُ وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ (۳ مرات)

Dengan idzin Alloh, sesiapa yang membaca doa ini akan mendapat Perlindungan Alloh Subhanahu wa ta’ala dari fitnah dan tipu daya syaithon serta mendapat setahun Ampunan dosa yang lalu…

#Doa Awal Tahun dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam 1 Muharrom 1436 (Jum'at malam Sabtu) ;

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلأُُخَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ،
وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَللّهُمَّ اَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ. وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ اْلعَمِيْمِ اْلمُعَوَّلُ.
وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَآئِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ. وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبنُِي اِلَيْكَ زُلْفٰى يَاذَااْلجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ وَصَلىَّ الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ۳ مرات

Barangsiapa membaca doa ini sebanyak 3 kali selepas sholat Maghrib pada malam tanggal 1 Muharrom, Alloh akan memerintahkan 2 malaikat untuk melindunginya dari fitnah dan tipu daya syaithon selama setahun yang mendatang…

فَنِيْكَا دُعَاءْ
عِيْ بَاجَا وَقْتَ نِغَالِيْ بُوْلَنْ تَغْكَالْ ۱ اَتوَا تَغْكَالْ ۲ اَتَوَا تَغْكَالْ ۳ عِيْ سَبَنْ۲ بُوْلَنْ

اَلله ُاَكْبَرُ اَللّهُمَّ اَهِلَّهُ بِاْلاَمْنِ وَاْلاِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلاِسْلاَمِ وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله
اتوا: اَللّهُمَّ اَجْعَلْهُ هِلاَلَ يُمْنٍ وَرُشْدٍ اٰمَنْتُ بِالَّذِيْ خَلَقَكَ فَعَدَلَكَ تَبَارَكَ الله ُاَحْسَنُ اْلخَالِقِيْنَ
اتوا: هِلاَلُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ ×۲ اٰمَنْتُ بِالَّذِيْ خَلَقَكَ ×۳
بَنْ عِيْ سُنَّتَاكِيْ مَاجَا سُوْرَةْ

تَبَارَكَ اَّلذِيْ بِيَدِهِ اْلمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير ٌ... الخ

Semoga bermanfa'at ...

MARI BELAJAR BERHITUNG

Penimbangan Amal di Hari Akhir **
Ada Hikmah besar di balik penimbangan koper jamaah haji sebelum berangkat ke bandara untuk take off menuju Jakarta ini. Jamaah yang belanjaannya banyak sampai menambah koper akan mengalami masa penimbangan lebih lama ketimbang yang tidak belanja sama sekali. Belum lagi kekawatiran harus membayar biaya kelebihan bagasi dan lain-lainnya.
Ternyata, di alam akhirat kelak juga ada penimbangan amal. Barangsiapa yang terlalu banyak "belanja" di dunia, siap-siaplah untuk lebih lama di proses penimbangan. Agar lebih cepat dan prosesnya lancar, sebelum masuk ke alam akhirat, berbagi-bagilah "belanjaan" itu dengan mentasharrufkannya di jalan yang disukaiNya.
Pelajaran lain bisa diambil dari pekerjaan polisi lalu lintas. Ternyata yang dicegat dan diperiksa adalah yang naik sepeda motor dan naik mobil untuk ditanya SIM, STNK dan kelengkapan berkendara lainnya. Ternyata, orang yang jalan kaki tidak pernah dicegat oleh polisi lalu lintas, walaupun pejalan kaki juga berlalulalang melintasi jalan raya.
Bukan tak boleh kaya, tapi. Kaya jangan dinikmati sendiri, sebab kalau mati tidak mungkin jalan sendiri ke lokasi kuburan. Betul? Yang jawab tidak betul, siap-siap kalau mati mandi sendiri dan jalan sendiri ke kuburan yang juga harus digali sendiri.
Salam, AIM.
** Prof. DR. KH. Ahmad Imam Mawardi
(Pengasuh PP. Alif Lam Mim Surabaya)

Rabu, 08 Oktober 2014

NAMA DESA DAN KECAMATAN DI KAB. BANGKALAN


BERASAL DARI MANAKAH KALIAN???
Kecamatan Arosbaya
- Kelurahan/Desa Arosbaya (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Balung (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Batonaong (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Berbeluk (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Buduran (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Cendagah (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Dlemer (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Glagah (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Karang Duwak (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Karang Pao (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Lajing (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Makam Agung (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Mangkon (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Ombul (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Pandan Lanjang (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Plakaran (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Tambegan (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Tengket (Kodepos : 69151)
Kecamatan Bangkalan
- Kelurahan/Desa Bancaran (Kodepos : 69112)
- Kelurahan/Desa Pejagan (Kodepos : 69112)
- Kelurahan/Desa Sabiyan (Kodepos : 69113)
- Kelurahan/Desa Gebang (Kodepos : 69114)
- Kelurahan/Desa Demangan (Kodepos : 69115)
- Kelurahan/Desa Pangeranan (Kodepos : 69115)
- Kelurahan/Desa Kemayoran (Kodepos : 69116)
- Kelurahan/Desa Mlajah (Kodepos : 69116)
- Kelurahan/Desa Sembilangan (Kodepos : 69118)
- Kelurahan/Desa Ujung Piring (Kodepos : 69118)
- Kelurahan/Desa Keraton (Kodepos : 69119)
- Kelurahan/Desa Kramat (Kodepos : 69119)
- Kelurahan/Desa Mertajasah (Kodepos : 69119)
Kecamatan Blega
- Kelurahan/Desa Alasraja (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Bates (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Blega (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Blegaoloh (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Gigir (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kajan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kampao (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karang Gayam (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karang Panasan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karangnangka (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karpote (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kojolan (Ko'olan) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lomaer (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lombang Daya (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lombang Laok (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Nyor Manis (Nyormanes) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Pangeran Gedungan (Gadungan) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Panjalinan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Rosep (Kodepos : 69174)
Kecamatan Burneh
- Kelurahan/Desa Alas Kembang (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Arok (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Benangkah (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Binoh (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Burneh (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Jambu (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Kapor (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Langkap (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Pangolangan (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Perreng (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Sobih (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Tonjung (Tunjung) (Kodepos : 69121)
Kecamatan Galis
- Kelurahan/Desa Bangpendah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Banjar (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Banyubunih (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Belateran (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Daleman (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Galis (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kajuanak (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kelbung (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kranggan Timur (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Lantek Barat (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Lantek Temor (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Longkek (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Paka'an Laok (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Pakaan Daya (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Paterongan (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Pekadan (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Sadah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Separah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Sorpa (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Telagah (Tlagah) (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Tellok (Kodepos : 69173)
Kecamatan Geger
- Kelurahan/Desa Banyoneng Dajah (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Banyoneng Laok (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Batobella (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Campor (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Dabung (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Geger (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kampak (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Katol Barat (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kombangan (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kompol (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Lerpak (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Tagubang (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Tegerpriyah (Kodepos : 69152)
Kecamatan Kamal
- Kelurahan/Desa Binajuh (Banyu Ajuh) (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Anyar (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Barat (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Timur (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Kamal (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Kebun (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Pendabah (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tajungan (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tanjung Jati (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tellang (Telang) (Kodepos : 69162)
Kecamatan Klampis
- Kelurahan/Desa Bantean (Banteyan) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bator (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bragang (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Buluk Agung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bulung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Karang Asem (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Klampis Barat (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Klampis Timur (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Ko'ol (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Larangan Glintong (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Larangan Sorjan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Lergunong (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Manonggal (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Mrandung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Muarah (Moarah) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Panyaksagan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Polongan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Ra'as (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tenggun Daya (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tobaddung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tolbuk (Tolluk) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Trogan (Kodepos : 69153)
Kecamatan Kokop
- Kelurahan/Desa Amparaan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Banda Soleh (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Bandang Laok (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Batokorogan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Dupok (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Durjan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Katol Timur (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Kokop (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Lembung Gunung/Gunong (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Mandung (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Mano'an (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Tlokoh (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Tramok (Kodepos : 69155)
Kecamatan Konang
- Kelurahan/Desa Bandung (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Batokaban (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Campor (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Cangkarman (Cangkareman) (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Durin Barat (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Durin Timur (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Galis Daya/Dajah (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Genteng (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Kanegarah (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Konang (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Pakes (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Sambiyan (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Sen Asen (Kodepos : 69175)
Kecamatan Kwanyar
- Kelurahan/Desa Batah Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Batah Timur (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Dlemer (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Duwek Buter (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Gunong/Gunung Sereng (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Janteh (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Karang Anyar (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Karang Entang/Gentang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Ketetang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Kwanyar Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Morombuh (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pandanan (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Paoran (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pasanggrahan (Pesanggrahan) (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sumur Kuning (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Tebul (Kodepos : 69163)
Kecamatan Labang
- Kelurahan/Desa Ba'engas (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Bringin (Bringen) (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Bunajih (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Jukong (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Kesek (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Labang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Morkepek (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pangpong (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Petapan (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sendang Daya/Dajah (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sendang Laok (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sukolilo Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sukolilo Timur (Kodepos : 69163)
Kecamatan Modung
- Kelurahan/Desa Alaskokon (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Brakas Dajah (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Glisgis (Gligis) (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Kolla (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Langpanggang (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Manggaan (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Modung (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Neroh (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Paeng (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Pakong (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Pangpajung (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Patengteng (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Patereman (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Srabi/Serabi Barat (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Srabi/Serabi Timur (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Suwaan (Kodepos : 69166)
Kecamatan Sepulu
- Kelurahan/Desa Bangsereh (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Banyior (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Gangseyan (Gengseyan) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Gunelap (Genelap) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Kelbung (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Klabetan (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Klapayan (Klapaian) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Labuhan (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Lembung Paseser (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Maneron (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Prancak (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Saplasah (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Sepulu (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Tanah Gurah Barat (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Tanah Gurah Temor (Kodepos : 69154)
Kecamatan Socah
- Kelurahan/Desa Bilaporah (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Buluh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Dakiring (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Jaddih (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Junganyar (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Keleyan (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Parseh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Pernajuh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Petaonan (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Sanggra/Sanggar Agung (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Socah (Kodepos : 69161)
Kecamatan Tanah Merah
- Kelurahan/Desa Baipajung (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Basanah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Batangan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Buddan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dlambah Dajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dlambah Laok (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dumajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Jangkar (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Kendaban (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Kranggan Barat (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Landak (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Mrecah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pacentan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Padurungan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pangeleyan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Patemon (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Petrah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pettong (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Poter (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Rongdurin (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tanah Merah Dajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tanah Merah Laok (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tlomar (Tlomor) (Kodepos : 69172)
Kecamatan Tanjungbumi
- Kelurahan/Desa Aeng Tabar (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bandang Dayah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Banyu Sangkah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bumi Anyar (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bungkeng (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Larangan Timur (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Macajah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Paseseh (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Planggiran (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tagungguh (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tambak Pocok (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tanjung Bumi (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Telaga/Tlaga Biru (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tlangoh (Kodepos : 69156)
Kecamatan Tragah
- Kelurahan/Desa Alang Alang (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Bajeman (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Bancang (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Banyu Beseh (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Dukotambin (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Jaah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Jaddung (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Karang Leman/Lemen (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Kemoneng (Kemoning) (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Keteleng (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Masaran (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pacangan (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pamorah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pocong (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Soket Dajah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Soket Laok (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Tambin (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Tragah (Kodepos : 69165)


Fenomena Langit Mengagumkan Sepanjang Bulan Oktober

Menyaksikan keindahan tata surya dengan penuh makna, bahwa Allah adalah Dzat Maha Besar yang kebesarannya tidak akan mampu di nalar oleh oleh kita. Keindahan dan berbagai fenomena alam dalam tata surya bagaimana kita jadikan pendekatan diri pada Dzat Sang Pencipta alam semesta.
Astronom sekaligus Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin kepada Liputan6.com. Jumat (3/10/2014), mengatakan, beberapa fenomena langit yang bisa disaksikan sepanjang Oktober 2014, yakni:
1. Gerhana Bulan Total
Pada gerhana bulan total ini, bulan akan terlihat kemerahan seperti berdarah. Ini karena bulan tertutup oleh bayangan bumi namun cahaya matahari terbiaskan hingga menimbulkan kesan kemerah-merahan.
Fenomena ini terjadi pada 8 Oktober 2014. Thomas mengatakan, gerhana bulan ini mulai terjadi pada pukul 16.15 WIB. Namun untuk wilayah Indonesia barat, seperti Jakarta, tak bisa melihat awal mula terjadinya gerhana lantaran bulan ketika itu belum terbit.
Gerhana total baru terjadi pada pukul 17.25-18.24 WIB. Dan secara keseluruhan gerhana berakhir pada 19.34 WIB. Wilayah Indonesia barat baru bisa menyaksikan gerhana ini ketika gerhana total sudah terjadi. Namun untuk wilayah timur Indonesia dapat menyaksikan keseluruhan proses gerhana bulan total ini.
“Seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya seperti mengamati purnama,” kata Thomas.
2. Hujan Meteor Orionids
Hujan meteor ini bisa diamati dari Indonesia. Karena ketika puncak peristiwa ini terjadi pada 21 Oktober 2014, bulan tengah tua alias tak purnama.
Akan ada 15 meteor yang jatuh per jamnya. Bentuknya seperti atraksi bintang jatuh. Thomas memprediksi, beberapa di antara meteor itu ada yang berukuran cukup besar.
3. Hujan Meteor Draconids
Berbeda dengan Orionids, hujan meteor draconids puncaknya terjadi pada 7 Oktober 2014. Hujan meteor draconids ini merupakan hujan meteor di langit utara.
Namun Thomas mengatakan, fenomena ini bakal sulit diamati dari Indonesia. Karena hujan meteor ini termasuk kecil skalanya. Ditambah lagi pada 8 Oktober terjadi purnama. Jadi luncuran meteor bakal terhalang oleh cahaya bulan yang terang benderang.
“Hujan meteor dikalahkan cahaya bulan,” ujar Thomas.
4. Jupiter dan Mars Terang Benderang
Bulan ini, beberapa planet bisa dilihat dengan mata telanjang. Salah satunya Jupiter. Cahaya planet terbesar di tata surya ini sangat terang sekali.
Jupiter bisa dilihat mulai dari dini hari hingga subuh menjelang dari langit timur. “Kebetulan posisinya memungkinkan cahaya yang kuat. Posisinya hampir dekat dengan Matahari,” papar Thomas.
Selain Jupiter, planet lain yang juga cukup terang pada bulan ini adalah Mars. Planet yang sering disebut kembaran Bumi ini bisa dilihat mulai pukul 22.00 WIB hingga subuh.
“Tergolong paling terang, ciri warnanya merah,” ujar dia.
Saturnus juga tak mau kalah. Planet bercincin ini kondisinya cukup terang pada bulan ini. Meski begitu, Saturnus harus dilihat menggunakan bantuan teleskop agar cincinnya nampak. Jika tidak menggunakan teleskop, Saturnus hanya terlihat seperti titik cahaya bintang saja.
Sementara Planet Uranus tergolong redup penampakannya. Namun dia tetap bisa dilihat sepanjang malam meski harus menggunakan teleskop. (sumber)

Post by Cyber Dakwah

Pesan Sosial Idul Adha

Oleh :  Ahmad Mu’takif Billah

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”(al-Kautsar: 1-3)
Dua interpretasi ayat yang penting diketahui. Pertama, maksud dari kata “berkorbanlah” ialah menyembelih hewan kurban sebagai ibadah (al-Ubudiyah) dan mensyukuri nikmat Allah Swt. Sedangkan makna kedua, tafsir kata “terputus” yaitu terputus dari rahmat Allah Swt.
Satu persoalan yang amat mengganjal dibenak penulis. Mengenai ulasan pesan-pesan sosial Idul Adha yang masih dimaknai apa adanya. Mereka yang menghadiri acara dan mendengarkan ceramah, hanya sebatas acara tradisi religi saja tanpa merenungi subtansi hikmahnya. Semestinya mereka mampu meneladani dan mengaktualisasikannya dalam dunia nyata yakni sebagai titik akhir kesalehan sosial mereka menuju suatu perubahan.
Misalnya hikmah sejarah Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S, dihayati sepenuh hati. Antara lain; sifat kesabaran, keberanian, kemantapan hati serta keikhlasannya dalam berkorban. Walaupun tingkat perubahannya tidak menyamai seperti para Nabi pilihan, minimal kita bisa bertahap memetik sejarah tersebut sebagai aplikasi pesan-pesan sosialnya di masyarakat.
Ada beberapa langkah perubahan sosial yang paling esensi. Salah satu yang dapat dipetik dari pesan-pesan sosial Idul Adha bagi kehidupan masyarakat. Pertama, kontinuitas (keberlangsungan) ajaran tauhit (akidah), usaha kita dalam mendekatkan diri (at-Taqarrub) kepada Allah Swt. Tujuannya adalah memantapkan keyakinan hati (al-Iman) terhadap ajaran agama serta ikhlas dalam menjalaninya: tanpa ada tendensi lain. Karena dua tujuan ini termasuk puncak pengabdian seorang hamba mendapat ridla-Nya.
Kedua, Idul Adha moment dalam penentasan kemiskinan kaum du’afâ’ (lemah). Yakni memberikan harta (hewan sembelihan) kepada mereka yang berhak, dimana tujuannya semata-mata menolong dan meringankan beban mereka di dunia dan mengharap pahala kelak di akhirat. Program pemerintah mengenai penentasan kemiskinan ini, ternyata masih dipandang kurang berjalan maksimal. Oleh sebab itu, masyarakat penting dijejali kesadaran agama (al-Muhâsabah an-Nafsiyyah) sehingga terjadi saling mengkorelasi baik antara agama dan negara.
Kemudian mengenai pembahasan status pemberian daging hewan kurban yang diberikan, hal tersebut hampir sama dengan praktek shadaqah ataupun zakat, namun waktunya saja yang berbeda: pada intinya pemberian. Barangkali shadaqah masuk dalam kategori pengertian umum yakni pemberian cuma-cuma, sementara berkurban, hibah harta atau hadiah masuk dalam ranah pengertian khusus. Hukum berkurban adalah anjuran kuat (sunnah muakkadah). Dalam al-Qur’an disenyalir “maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah”(Al-Kaustar: 01-03). Selanjutnya untuk memaksimalkan cara pengelolaan dan pengembangannya, maka harus diserahkan dan ditangani langsung oleh tokoh agama sekaligus pemerintah secara khusus.
Ketiga, mengkaji historitas agama. Salah satu solusi perubahan sosial keagamaan dapat ditempuh dengan perenungan terhadap peristiwa-peristiwa sejarah para Nabi terdahulu serta mulia bilamana berhasil diaktualisasikan dalam bentuk nyata. Oleh sebab itu, sifat optimis, kesadaran dalam beragama harus terus dipompa dengan cara berlatih (bi al-Riyadhah). Sebab sumber kesuksesan sebenarnya tergantung pada usaha perubahan dari dirinya sendiri, sedikit bergantung pada orang lain. Optimis dalam arti mampu mempertahankan kesucian (sakralitas) agama dan sejarah para Nabi (al-Sîrah al-Nabawiyyah) yang seringkali tak terpikirkan. Sehingga pada akhirnya tercipta insan berpikir, berdzikir dan beramal sholeh.
Keempat, membangun sikap dermawan dan cinta kasih. Nilai derajat ataupun pangkat seseorang dapat dinilai dari sifat yang dimilikinya: dalam sebuah hadist Nabi disenyalir :“qîmatul mar’iy akhlâquhu”, nilai seseorang dapat dilihat dari budi pekertinya. Orang tersebut dipandang “baik” karena perilakunya yang “baik”, begitu juga sebaliknya. Kanjeng Nabi Muhammad Saw disenangi banyak kaumnya karena beliau sering bergaul dengan anak-anak kecil begitu juga para sahabat sampai kelihatan gigi gerahamnya. Ini menandakan betapa antusiasnya beliau dalam berinteraksi sosial: cinta sesama. Beliau juga berkorban (hubungan vertikal) dan mencintai sesama (hubungan horizontal) karena ada anjuran agama agar juga ditiru oleh seluruh umatnya.
 Di hari perayaan besar ini kita sempatkan berkasih sayang kepada yang lebih muda dan menghormati kepada yang lebih tua, Nabi Muhammad bersabda: “laysa minna man lam yarhan shoghîrana wa lam yuwaqqir kabîrana”, bukan golongan kami; dia yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua. Selain dari itu, kita bisa memperbanyak amal jariyah, dengan tujuan membantu meringankan beban mereka yang sengsara hingga mereka bisa senang dan gembira. Tidak karena ingin dipuja (riya’), akan tetapi tulus menolong  mereka.
Kelima, menjalin ukhuwah Islâmiyyah. Agama Islam mengajarkan kepada umatnya mengibarkan bendera perdamaian, persaudaraan, dan saling harga menghargai antara satu dengan yang lainnya. Ukhuwah Islâmiyyah dapat kita terapkan melalui hubungan silaturrahim (halal-bihalal), mengucapkan salam ketika bertemu, berjabatan tangan, dan murah senyum. Islam sangat menjaga nilai-nilai etika manusia dalam bergaya hidup.
Walhashil,  hal-hal yang bersifat remeh jangan sampai kita tinggalkan atau enggan dilakukan. Benar pepatah mengatakan, “ jangan engkau meremehkan sesuatu yang dianggap kecil, terkadang jarum baju yang kecil itu juga dapat mengeluarkan bersimbahanya darah seseorang”. Maka dari itu, setiap gejala kehidupan yang terjadi harus kita pikirkan dan renungi faidahnya walaupun hal itu bersifat abstrak. Sebab Tuhan menciptakan segalanya sesuatunya di muka bumi ini tak ada sia-sia.afalatatafakkarun

Penulis adalah: Santri Ma’had Aly Sukorejo Situbondo.

Penderitaan Saudara Kita di Palestina Belum Berakhir

Saudara kita di Palestina terutama di Gaza masih belum menikmati indahnya iedul adha. Betapa tidak, selain kehancuran yang dikibatkan invasi mematikan beberapa waktu lalu. Kini mereka masih dalam tekanan Israel karena masi blokade di perbatasan.
perekonomian Palestina yang kini hancur hanya bisa pulih kembali, jika Israel melonggarkan semua blokade ekonomi di wilayah Palestina. Demikian disebutkan dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh badan PBB untuk perdagangan dan perkembangan, UNCTAD.
Ekonomi Palestina sudah mengalami kelumpuhan jauh sebelum Israel melancarkan operasi militernya bulan Juli dan Agustus lalu, kata para ahli PBB. Alasan utama adalah blokade yang dilakukan Israel selama bertahun-tahun.
Kemiskinan, pengangguran massal dan kelangkaan pangan adalah dampak langsung dari politik blokade Israel, tulis tim ahli UNCTAD.
merdeka
Dengan kerusakan parah di Jalur Gaza setelah perang, situasi makin sulit lagi bagi 1,8 juta penduduk Gaza. Mereka sekarang terisolasi dari dunia luar.
Selain itu, Israel terus mencaplok secara sepeihak dengan membangun pemukiman Yahudi di wilayah Jarussalem, Palestina.
Kita semua terutama PBB telah gagal menciptakan perdamaian dunia karena masih ada penindasan. Adanya hukum rimba seperti itu karena sifat hewani dalam manusia yang tidak lagi membedakan kebenaran dan kenyataan.

The Post by Cyber Dakwah

Selasa, 07 Oktober 2014

Menumbuhkan Jiwa Berkorban

Oleh Said Aqil Siradj, Ketua umum PB NU
BERMULA dari kisah Nabi Ibrahim sebagai lambang tauhid berhadapan dengan kesyirikan yang diwakili ayahnya sendiri dan masyarakatnya. Tatkala kemudian, Nabi Ibrahim pergi meninggalkan negerinya ke selatan dan ini merupakan hijrahnya untuk kali pertama. Baginya, kebenaran lebih berharga daripada kepalsuan yang selama ini sudah berakar dan meracuni pikiran dan hati masyarakat.
Mulanya Ibrahim yang hingga usia lanjut belum juga mendapat keturunan berdoa agar dikaruniai seorang anak yang saleh. Doa Ibrahim terkabul. Tuhan telah menyampaikan berita gembira kepadanya bahwa ia akan mendapat seorang anak laki-laki yang tabah dan siap menderita. Lahirlah Ismail dari rahim seorang ibu yang salehah, yaitu Hajar. Kemudian, Ibrahim beserta keluarga pergi ke suatu daerah di dekat Baitullah.
Allah memang menguji Ibrahim dengan perintah-perintah tertentu dan menyebutkan bahwa rumah Tuhan sebagai tempat berhimpun sekalian manusia, tempat yang aman dan tempat salat. Ibrahim dan Ismail mendapat perintah agar membersihkan tempat itu (dari segala kotoran dan berhala) bagi orang yang akan bertawaf, melakukan iktikaf, ruku, dan sujud.
Ketika Ismail sudah beranjak besar dan bisa berjalan, sang ayah berkata kepada anaknya bahwa ia bermimpi menyembelihnya sebagai kurban. Ibrahim lalu meminta pendapat anaknya. Sang anak menjawab agar mimpi itu dilaksanakan. Ia akan tetap sabar dan tabah. Setelah keduanya berserah diri kepada Allah dan sang anak sudah menerimanya dengan ikhlas, kemudian direbahkan untuk disembelih.
Dengan bertawakal kepada Allah, Ibrahim telah meletakkan landasan agama-agama besar. Karena itu, ditegaskan Ibrahim bukan Yahudi dan bukan Nasrani, tetapi orang yang hanif dan seorang muslim (menyerahkan diri kepada segala perintah Allah) dan yang terpenting, bukan musyrik (Q.S. 3:67).
Demikianlah, tradisi kurban pada setiap Idul Adha yang juga disebut Idul Kurban. Kisah yang mengharukan dan filosofis itu dilukiskan dalam Alquran hanya dalam sepuluh ayat pendek dan di bagian lain sebuah pernyataan yang juga hanya sekitar sepuluh ayat. Yang pertama, kurban adalah simbol pengorbanan demi membela tauhid. Yang kedua, kurban demi membela dan membantu kaum fakir miskin (Q.S. 22:28).
Memang, kurban ini wujudnya berupa hewan yang secara simbolis dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi, konkretnya, ”yang sampai kepada Allah bukan daging dan darahnya, melainkan ketakwaan.” (Q.S. 22:37). Ketakwaan yang menjadi salah satu syarat tersebut tak lain adalah kecintaan kepada Tuhan dan itu menuntut juga untuk mencintai sesama manusia dengan segala perbuatan baik.
Di sini, kita diuji dalam arti lahir, untuk selalu menyantuni masyarakat yang tidak mampu. Begitupun, kita diuji dalam arti batin untuk selalu bersikap sabar dan tabah. Bahkan, secara simbolis anak yang merupakan curahan cinta kasih ibu dan bapak pun harus dikorbankan demi kecintaan kepada sesama manusia yang lebih luas, dengan membuang jauh-jauh sifat egoisme, mementingkan diri sendiri, keluarga, harta, pangkat, dan keturunan.
Rangkaian ibadah haji sesungguhnya memberi arti dengan dimensi yang luas dalam pengertian dan kehidupan agama dan sosial. Isyarat itu menunjukkan bahwa kita mesti berkorban secara rohani, materi, dan fisik.
Berbenah Diri
Setiap muslim dengan keimanan dan kesadarannya ingin berziarah ke Masjidilharam dan Kakbah. Bahkan, tak jarang orang harus berulang-ulang pergi haji. Itu tak lepas dari doa nabi Ibrahim, ”Jadikanlah hati sebagian manusia mencintai mereka.” (Q.S.14:37). Hanya, alangkah indahnya mereka yang sudah berkali-kali pergi haji sesekali menggantinya dengan berkorban membagikan biaya hajinya berikut biaya kurban untuk disedekahkan kepada masyarakat fakir miskin di negeri kita yang secara statistik masih melimpah.
Di sisi lain, kita patut terus bertanya, mengapa di negeri mayoritas muslim ini, korupsi tetap merajalela? Apanya yang salah? Bukankah agama sudah memberikan banyak ritual dan pelatihan spiritual guna meningkatkan keamanahan diri? Bukankah hakikatnya salat, puasa, dan juga ibadah haji kalau ditunaikan secara kontemplatif-reflektif akan melahirkan ”daya ledak” kedirian yang luar biasa sehingga akan bisa meningkatkan potensi diri, disiplin, profesionalitas, kepekaan sosial yang tinggi, dan semangat persatuan atau kebersamaan umat?
Nah, itulah yang perlu terus kita refleksikan dan implementasikan dalam kehidupan nyata agar bisa mendorong untuk mewujudkan perbaikan di segala bidang. Inilah yang dinamakan jihad sesungguhnya, yakni berjihad untuk mempertahankan dan mengungkapkan secara nyata dalam kehidupan profan ini. Jihad jangan dimaknai sebagai ”bunuh diri”. Hidup nyata inilah yang justru menjadi lahan persemaian semangat jihad. Nabi sudah mengingatkan, dunia adalah tempat menyemai bagi akhirat. Mengutip Syekh Muhammad Abduh, Islam adalah din al hayah (agama kehidupan), bukan din al maut (agama kematian). Kalau tidak ada peningkatan kualitas umat, seolah-seolah kita dapat mengatakan, apa pentingnya jumlah jamaah haji Indonesia yang cenderung tiap tahun meningkat ini dengan perbaikan kualitas diri, yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Padahal, setiap perintah agama pasti mengandung inner drive yang akan berguna bagi peningkatan kualitas pribadi dan sosial.
Kalau dulu kita enggan bersedekah, terlalu berhitung dalam beramal, sering mengecoh, berdusta, dan menggunjing atau sombong, sepulang dari pergi haji kita akan lebih dapat memperbaiki diri dan melaksanakan perbuatan yang terpuji. Ibadah haji merupakan medium membangun kesadaran dan tindakan untuk mengubah sifat egois ke sifat altruis. Yakni, semakin mantap dalam berhubungan dengan Allah dan semakin humanis dalam hubungan dengan sesama manusia.         
Cara mengerjakan segala amal kebaikan tentu tidak terbatas hanya melalui kurban hewan. Bisa juga melengkapi ibadah dalam bentuk lain, misalnya, dialihkan sebagian berupa sembako atau disesuaikan dengan keperluan mendesak masyarakat fakir miskin di lingkungannya.
Nah, umat Islam sudah waktunya untuk menjadikan momen ini sebagai etos bagi peningkatan lahir dan batin. Kita jadi makin sadar akan makna pengorbanan. Manusia hidup pasti akan berhadapan dengan situasi yang mengharuskannya untuk berkurban. Perintah berkurban di Idul Adha ini sesungguhnya menyodorkan idealisme dan realisme dalam kehidupan manusia. Apalagi, saat ini negeri kita tengah menghadapi banyak persoalan sosial, politik, kemanusiaan, dan keagamaan yang menantang untuk melahirkan jiwa-jiwa yang siap berkorban dengan dedikasi yang dilambari semangat kosmopolitan dan universalitas, bukan sektarian. Jelas sudah, justru dalam situasi pelik inilah, kita bisa merasakan betapa pentingnya pengorbanan demi kemanusiaan. Jadilah, pengorbanan sebagai ”roh” bagi setiap aktivitas manusia. Kita perlu lebih mengedepankan pengorbanan demi menggapai cita-cita bangsa yang adil dan beradab. (*/said_aqiel@yahoo.com)