وعن أبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم –
، قَالَ : (( ألا أدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا ،
وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ؟ )) قَالُوا : بَلَى يا رَسُول اللهِ ؟
قَالَ : (( إسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المكَارِهِ ، وَكَثْرَةُ الخُطَا إلَى
المسَاجِدِ ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ ، فَذَلِكُمُ
الرِّبَاطُ ، فذَلِكُمُ الرِّبَاطُ فذَلِكُمُ الرِّبَاطُ )) رواه: مالك،
والترمذي، وابن ماجه، بمعناه
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,
sesungguhnya Rasulullah saw. mengatakan, ”Maukah kalian aku tunjukkan
sesuatu (amal) yang dengan sesuatu tersebut Allah akan menghapuskan
dosa-dosa dan akan mengangkat derajat”. Mereka (para sahabat) merespon,
“Ya, Rasulullah”. Lalu Rasulullah menjawab, “Sesuatu itu adalah
menyempurnakan wudhu’ pada waktu-waktu yang sulit, memperbanyak langkah
menuju masjid, dan menunggu waktu shalat setelah menunaikan shalat. Hali
itu merupakan benteng. Hal itu merupakan benteng. Hal itu merupakan
benteng”. [HR. Malik, Turmudzi, dan Ibnu Majah]
Hadits di atas menginformasikan kepada
kita tentang suatu perbuatan yang bisa menghapus dosa-dosa dan juga
mampu mengangkat derajat. Perbuatan itu salah satunya adalah
menyempurnakan wudhu’ pada waktu-waktu yang sulit, seperti ketika hawa
yang dingin dan ketika ada musibah atau masalah. Dalam hadits tersebut,
ada ungkapan فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ yang diulang sampai tiga kali. Ini
menunjukkan bahwa wudhu’ adalah salah satu benteng keselamatan diri dari
maksiat. Kekuatan spiritual wudhu’ bisa dijelaskan sebagai berikut.
Memahami Wudhu’ dengan Pendekatan Ilmu Fisika
Salah seorang ulama Maroko, Imam Zarru’ mengatakan, alwudhu’ shilahul mu’min. Kalimat ini oleh sebagian orang sempat dipahami hadits Nabi. Tapi yang benar bukan hadits, melainkan kalam ulama’.
Kalau dianalisa, ini berhubungan dengan
kekuatan spiritual wudhu’. Ketika setan disifati oleh Rasulullah, setan
itu masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Karena sifat
setan adalah api. Api kalau kita kaitkan dengan ilmu fisika wujudnya
seperti gas. Wujud setan dikira-kira -jika pendekatannya secara fisika-
mungkin seperti itu. Setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran
darah. Karena unsurnya darah bisa ditempeli oleh unsurnya api.
Lalu dari mana setan masuk ke dalam tubuh
manusia? Masuknya adalah melalui lubang pori-pori. Ketika manusia
berwudhu’; dibasuh atau diusap dengan air dan ada nilai ibadahnya.
Pertama secara fisik, lubang pori-pori akan lebih mengecil, merapat,
bahkan menutup. Di sinilah akan menghambat setan masuk. Apalagi jika
dibarengi dengan berpuasa. Ketika berpuasa, kerja darah lebih pelan,
tidak seperti biasanya ketika tidak berpuasa. Ini juga bisa menghambat
setan masuk ke tubuh kita.
Tapi ada yang lebih dari itu. Ada kekuatan
yang Allah berikan, ada tentara-tentara Allah yang secara khusus Allah
berikan. Mungkin ini hanya diberikan kepada orang yang ahli mukasyafah,
bagaimana wudhu itu seperti perisai yang membentengi seorang mukmin atau
seperti baju besi.
Manfaat Wudhu’ bagi Wajah
Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa
ketika seseorang memiliki wudhu, lobang pori-porinya akan mengecil,
menyempit, bahkan bisa menutup. Dewasa ini marak sabun-sabun yang
khasiatnya untuk memperkecil lobang pori-pori. Menurut para aktifis
salon kecantikan, lubang pori-pori yang membesar akan merusak kehalusan
dan kelembutan wajah, dan tentu kecantikan atau ketampanan seseorang
menjadi berkurang.
Oleh sebab itu, saat ini banyak sekali
iklan sabun-sabun wajah yang menyatakan sabun tersebut bisa memperkecil
lubang pori-pori dan menyumbat pori-pori. Tentu, obyek iklan tersebut
tertuju pada orang-orang yang wajahnya berlubang karena pori-pori yang
membesar. Bagi mereka yang selalu bergantung pada sabun-sabun pembersih
wajah, akan mencari sabun tersebut untuk mengobati wajahnya. Namun, bagi
mereka yang menyadari bahwa wudhu’ memiliki kekuatan yang bisa
memperkecil pori-pori, mereka akan mengobatinya dengan terus-menerus
berwudhu’. Baiknya, memakai sabun wajah kemudian disusul dengan wudhu’.
Memang, secara kasat mata sabun juga
memiliki kekuatan yang menampakkan kecantikan atau ketampanan seseorang.
Namun, kecantikan dan ketampanan tersebut sebatas tampak di mata saja.
Sementara wudhu’ memiliki kekuatan yang melebihi dari sabun-sabut
tersebut. Wudhu’ tidak hanya menampakkan saja, bahkan memancarkan.
Memancarkan di sini berarti ada cahaya dari dalam yang mencuat keluar
sehingga wajah seseorang tidak hanya tampak di mata namun juga terasa ke
dalam jiwa dan hati.
Jika diukur lebih dalam, perbedaan antara
wajah yang dipoles dengan sabun atau bedak dengan wajah yang dibasuh
dengan air wudhu’ adalah, wajah yang dipoles di salon hanya akan tampak
di mata dan hanya akan membuat hasrat yang tertarik. Sementara wajah
yang dibasuh dengan air wudhu’ akan membuat yang melihat merasakan ada
pancaran cahaya yang membuat jiwa dan hati merasa sejuk dan tenang.
Biasanya, perempuan yang meyakini kecantikannya dengan dadanan, dia akan eman-eman
pada dandanannya ketika dia hendak berwudhu’; memilih tidak berwudhu’
dari pada dandanannya rusak. Dia tidak meyakini pada kecantikan yang
dipancarkan oleh kekuatan wudhu’.
Spirit Wudhu’ bagi Amal Saleh
Wudhu’ yang menjadi salah satu syarat
dalam ibadah-ibadah, seperti shalat, mengaji, dan lain-lain. Hal itu
bukan syarat yang diwajibkan semata, ada dimensi lain yang menjadi
kekuatan bagi hati yang berkaitan erat dengan amal saleh. Orang yang
memiliki wudhu’ menurut syari’at orang tersebut dalam kedaan suci. Amal
saleh sangat berkaitan erat dengan keadaan seseorang. Seseorang yang
melakukan amal saleh dalam keadaan suci (dengan berwudhu’) akan dinilai
sah amalnya dan mendapatkan nilai ibadah yang sempurna.
Selain untuk ibadah, wudhu’ merupakan
benteng bagi seseorang untuk keselamatan dirinya dari maksiat.
Logikanya, semisal ketika melakukan maksiat –seperti zina- pasti lepas
dari wudhu’ atau batal wudhu’ di saat hendak melakukan zina. Bagaimana
wudhu’nya tidak batal jika dia menyentuh lawan jenisnya. Sebaliknya,
jelas, orang yang selalu memiliki wudhu’ (Mulazimul wudhu’) dia tidak
akan sempat melakukan zina. Bagaimana wudhu’nya bisa batal jika dia
tidak menyentuh lawan jenisnya, kecuali batal karena hal lain.
Orang yang mulazimul wudhu’ tidak
akan gampang dirayu setan. Selain memang secara ilmu fisika dia tidak
bisa dirasuki karena lubang pori-porinya mengecil sehingga setan
terhambat untuk masuk ke dalam, juga wudhu’ itu sendiri memiliki
kekuatan spiritual yang membentengi seseorang.
Wudhu’ juga menjadi salah satu solusi
untuk membuat seseorang menjadi tenang ketika ditimpa musibah atau
masalah yang besar. Di saat seseorang ditimpa masalah besar, pikirannya
akan kacau dan pada ujungnya bisa mengakibatkan dia bingung
berkepanjangan dan bisa tsres. Solusi yang tepat adalah mengambil
wudhu’, karena wudhu akan menyegarkan urat atau saraf otak yang kemudian
membuat pikiran yang kacau menjadi tenang.
Alhasil, wudhu’ memiliki kekuatan
spiritual yang kuat bagi diri seseorang. Wudhu’ akan menjadi benteng
keselamatan dari perbuatan maksiat. Wudhu’ akan membuat hidup tenang,
damai dan tentram. Dan, wudhu’ akan memancarkan wajah menjadi bercahaya.
Semoga kita mampu ber-mulazimul wudhu’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar